Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Makna Lagu Dolanan

  Hai teman siapa yang masa kecilnya bahagia???pasti kalian tahu lagu2 di bawah ini. disini diberikan juga makna dari lagu2 tersebut....selamat membaca... :) 1.     Gundul-Gundul Pacul Gundul…gundul, pacul… cul.. Gembelengan… (botak seperti cangkul, angkuh sombong)           Nyunggi… nyunggi, wakul..kul… Gembelengan …. (Membawa bakul dengan gayanya yang angkuh dan sombong) Wakul glempang segane dadi sak latar ( bakulnya jatuh, nasinya tumpah berantakan di jalan (tidak bermanfaat lagi) Wakul glempang segane dadi sak latar ( bakulnya jatuh, nasinya tumpah berantakan di jalan (tidak bermanfaat lagi) Lirik lagu Gundul-Gundul Pacul menggambarkan seorang anak yang jelek (gundul), sombong (gembelengan), dan tidak bertanggung jawab. Sifatnya tersebut mengakibatkan anak melakukan hal yang tidak bermanfaat (bakulnya jatuh, nasinya tumpah berantakan di jalan (tidak bermanfaat lagi)). Lirik lagu Gundul-Gun...

Permainan Tradisional

 Haii sobat, jumpa lagi nih dengan blog saya, kali ini saya mau berbagi sedikit tentang permainan tradisional. 1. Cing ciripit Cing ciripit merupakan lagu permainan sunda yang ditujukan untuk berhitung sebelum anak-anak melakukan permainan kucing-kucingan atau permainan sentuh berlarian. Cara mainnya pertama-tama anak-anak berkumpul dalam posisi melingkar, kemudian salah seorang anak biasanya yang lebih tua meletakkan telapak tangannya ke tengah lingkaran sambil berdiri, lalu anak yang lainnya meletakkan jari telunjuk mereka ke atas telapak tangan anak yang paling tua tadi, setelah itu anak-anak yang meletakkan jari telunjuknya masing-masing mengangkat dan menurunkan jari telunjuknya keatas telapak tangan sambil menyanyikan lagu cing ciripit. 2.  Permainan congklak   Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congk...

Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Kesenian Wayang Kulit Sejarah asal usul kesenian wayang kulit, seperti disebut diatas, tidak bisa lepas dari sejarah wayang sendiri. Tidak ada bukti konkret tentang adanya wayang sebelum abad pertama, dimana ini bertepatan dengan munculnya ajaran Hindu dan Buddha ke area Asia Tenggara. Hal ini dipercaya menjadi hipotesa bahwa seni ini datang dari India ataupun Tiongkok, dimana kedua negara tadi memiliki tradisi yang telah berjalan turun-temurun tentang penggunaan bayangan boneka atau pertunjukkan teater secara keseluruhan. Jivan Pani juga pernah mengeluarkan pendapat bahwa wayang berkembang dari dua jenis seni yang berasal dari Odisha, India Timur, yaitu Ravana Chhaya yang merupakan sebuah teater boneka dan tarian Chhau. Meski begitu, banyak juga penceritaan sejarah wayang yang memiliki dampak besar terhadap perkembangan teater boneka tradisional. Catatan sejarah pertama tentang adanya pertunjukkan wayang mengacu pada sebuah prasasti yang bisa dilacak berasal d...

Tari Cak atau Kecak

Tari Kecak Tari Kecak biasanya disebut sebagai tari "Cak" atau tari api (Fire Dance) merupakan tari pertunjukan masal atau hiburan dan cendrung sebagai sendratari yaitu seni drama dan tari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari "Lakon Pewayangan" seperti Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual agama hindu seperti pemujaan, odalan dan upacara lainnya. Bentuk - bentuk "Sakral" dalam tari kecak ini biasanya ditunjukan dalam hal kerauhan atau masolah yaitu kekebalan secara gaib sehingga tidak terbakar oleh api. Keunikan. Tidak seperti tari bali lainnya menggunakan gamelan sebagai musik pengiring tetapi dalam pementasan tari kecak ini hanya  memadukan seni dari suara - suara mulut atau teriakan - teriakan seperti "cak cak ke cak cak ke" sehingga tari ini disebut tari kecak.   Tarian Kecak ini bisa ditemukan di beberapa tempat di Bali, tapi yang di Uluwatu adalah yang paling menarik untuk ditonton ...